Today

Desa Wisata Ekasari Jembrana untuk Slow Travel dan Wisata Keluarga

admin

desa wisata ekasari jembrana

Ada satu desa dibagian barat Bali yang suasananya masih terasa jujur dan apa adanya, itu adalah  Desa Wisata Ekasari Jembrana. Lanskap sawah, kebun, dan aktivitas warga jadi pemandangan utama, tanpa hiruk-pikuk wisata massal. Tempat ini cocok buat kamu yang ingin mengenal Bali dari sisi keseharian, bukan sekadar spot hits.

Banyak wisatawan penasaran: apa saja yang bisa dilakukan di Desa Ekasari, bagaimana aksesnya, perlu tiket atau tidak, dan apakah cocok untuk liburan singkat?

Quick Info – Desa Wisata Ekasari

  • 📍 Lokasi: Ekasari, Melaya, Jembrana Regency, Bali
  • 💰 Tiket Masuk: Terjangkau (beragam paket desa wisata)
  • 🕒 Jam Operasional: Umum pagi – sore (tergantung aktivitas)
  • 🌿 Daya Tarik: Agrowisata kakao & kopi, Bendungan Palasari, Gereja Tua & Goa Maria
  • 🚶 Aktivitas: Trekking desa, foto alam & budaya lokal
  • 🍽️ Cocok Untuk: Wisata budaya, alam & pengalaman otentik Bali Barat

Artikel ini merangkum semua informasi penting tersebut agar kamu datang dengan ekspektasi yang tepat dan pengalaman yang lebih nyaman.

Sekilas Tentang Desa Wisata Ekasari Jembrana

Desa Ekasari termasuk jenis desa wisata berbasis kehidupan lokal dan alam pedesaan. Karakternya tenang, ramah, dan bersahabat untuk keluarga maupun solo traveler.

Keunikannya terletak pada pengalaman yang ditawarkan: bukan atraksi buatan, melainkan keseharian warga—bertani, berkebun, hingga aktivitas desa—yang bisa diikuti wisatawan secara langsung.

Daya Tarik Utama Destinasi

Daya tarik utama Desa Ekasari adalah suasana desa Bali yang masih autentik. Hamparan sawah, udara yang lebih sejuk, serta interaksi langsung dengan warga menjadi nilai utama.

Destinasi ini cocok untuk wisatawan yang ingin slow travel, pencari ketenangan, keluarga dengan anak-anak, hingga wisatawan edukatif yang tertarik pada kehidupan desa.

Desa Wisata Ekasari di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, merupakan salah satu desa yang masuk dalam 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2024. Desa ini menawarkan perpaduan wisata budaya, religi, dan alam yang asri. Daya tarik utamanya meliputi Gereja HKY Palasari yang berarsitektur unik, Bendungan Palasari, Agrowisata Kakao, serta spot foto Kampoeng Palarejo.

liburan keluarga di desa ekasari
liburan keluarga di desa ekasari (foto IG : @disparbudkabjembrana)

Berikut rincian potensi dan daya tarik yang terdapat di Desa Wisata Ekasari:

  • Wisata Religi dan Budaya
    Gereja HKY Palasari dengan perpaduan arsitektur Belanda dan Bali, Gua Maria, serta Pura Dalem Pingit yang memiliki nilai spiritual dan sejarah bagi masyarakat setempat.
  • Wisata Alam dan Edukasi
    Bendungan Palasari yang asri dan cocok untuk aktivitas memancing serta naik sampan, serta Agrowisata Kakao di Kebun Kelompok Tani Coklat Mertha Abadi sebagai sarana edukasi pertanian.
  • Aktivitas Wisata
    Pengunjung dapat mengikuti kegiatan edukasi pembuatan bibit coklat, proses fermentasi biji kakao, serta menikmati minuman coklat hasil olahan lokal.
  • Spot Foto
    Kampoeng Palarejo dan area sekitar Bendungan Palasari dengan latar perbukitan alami yang estetik.
  • Penginapan
    Tersedia penginapan berbasis komunitas (homestay) yang dikelola oleh masyarakat setempat dengan konsep autentik.

Desa Wisata Ekasari menawarkan suasana tenang khas pedesaan Bali Barat yang didukung oleh hamparan kebun kakao dan kopi sebagai ciri utama wilayahnya. Aktivitas bersifat fleksibel dan sangat bergantung pada waktu kunjungan serta kesepakatan dengan pengelola desa.

Rekomendasi Wisata Searah Desa Wisata Ekasari Jembrana

  • Bendungan Palasari
    Masih satu kawasan dengan Palasari. Cocok untuk wisata alam santai, memancing, dan fotografi lanskap.
  • Pantai Baluk Rening
    Pantai yang berada di jalur utama menuju Melaya–Negara. Cocok sebagai tempat singgah sore hari.
  • Pantai Medewi
    Destinasi pantai terkenal di Jembrana dengan ombak panjang, searah jalur Denpasar–Gilimanuk.
  • Pantai Yeh Leh
    Pantai berbatu hitam di pinggir jalur nasional. Cocok untuk istirahat singkat dan menikmati pemandangan laut.
  • Negara (Pusat Kota Jembrana)
    Bisa dikombinasikan untuk wisata kuliner lokal, alun-alun kota, dan aktivitas sore hari.
  • Pelabuhan Gilimanuk
    Cocok dikunjungi jika perjalanan dilanjutkan ke Bali Barat atau Jawa, sekaligus menikmati kawasan pesisir Gilimanuk.

Destinasi-destinasi di atas berada satu koridor jalur barat Bali, sehingga efisien untuk digabungkan dengan Desa Wisata Ekasari tanpa harus memutar arah atau menambah waktu tempuh signifikan.

Lokasi & Tiket Biaya Masuk

Desa Wisata Ekasari berada di Kabupaten Jembrana, Bali Barat. Lokasinya tidak jauh dari jalur utama Denpasar–Gilimanuk. Perjalanan memakan waktu sekitar 3–3,5 jam dengan kendaraan pribadi. Jalan menuju desa relatif baik dan bisa dilalui mobil maupun motor. Kendaraan pribadi atau sewa menjadi pilihan paling fleksibel karena transportasi umum terbatas hingga area desa.

Untuk tiket masuk ke desa wisata ekasari, seperti tidak ada dan adanya donasi sukarela atau membayar biaya aktivitas tertentu jika mengikuti program khusus (pendampingan warga, edukasi, atau paket desa). Biaya parkir juga relatif murah atau bersifat sukarela.

Tips Itinerary Singkat

Setengah hari
Cocok untuk singgah santai: keliling desa, foto-foto, dan menikmati suasana sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Jembrana.

1 hari penuh
Pagi menyusuri sawah, siang makan di warung lokal, sore mengikuti aktivitas warga atau bersantai di area desa.

2 hari 1 malam
Ideal jika menginap di homestay sekitar desa: hari pertama eksplor desa, hari kedua lanjut ke destinasi alam atau pantai di wilayah Jembrana.

Desa Wisata Ekasari Jembrana adalah destinasi yang tidak menjanjikan kemewahan, tetapi menawarkan ketenangan, kejujuran, dan pengalaman desa yang nyata. Tempat ini paling cocok untuk wisatawan yang ingin melambat, belajar, dan menikmati Bali dari sisi yang lebih sederhana—dengan ekspektasi yang realistis dan hati yang terbuka.

Related Post